Puasa 9 dan 10 Muharram 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Amalan di Bulan Haram

Puasa 9 dan 10 Muharram 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Amalan di Bulan Haram

Banner Atas

Puasa 9 dan 10 Muharram 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Amalan di Bulan Haram

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh karena Muharram termasuk ke dalam empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Menjelang tanggal pelaksanaannya, banyak umat Islam mencari informasi mengenai Puasa 9 dan 10 Muharram 2026, mulai dari jadwal, keutamaan, hingga amalan yang dianjurkan selama bulan Muharram. Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram dikenal sebagai Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura, dua amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Lalu, kapan Puasa 9 dan 10 Muharram 2026 dilaksanakan? Mengapa Muharram disebut sebagai bulan haram? Dan apa saja amalan yang dianjurkan selama bulan yang mulia ini?

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

 

Apa Itu Bulan Haram dalam Islam?

Bulan haram adalah bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kata "haram" dalam konteks ini tidak berarti terlarang, melainkan menunjukkan kemuliaan dan kehormatan yang diberikan Allah kepada bulan-bulan tersebut.

Pada bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Para ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan yang dilakukan pada bulan haram memiliki nilai yang lebih besar, sehingga menjadi kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)

Ayat ini menjadi dasar bahwa terdapat empat bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

 

Bulan Haram Ada Berapa? Ini Empat Bulan yang Dimuliakan Allah

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa terdapat empat bulan haram dalam satu tahun Hijriah, yaitu:

  • Dzulqa'dah

  • Dzulhijjah

  • Muharram

  • Rajab

Tiga bulan pertama datang secara berurutan, sedangkan Rajab berada terpisah di pertengahan tahun.

Di antara keempat bulan tersebut, Muharram memiliki keistimewaan tersendiri. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahkan menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau "bulan Allah", menunjukkan kemuliaannya dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Karena itu, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan membuka tahun baru Hijriah dengan amal-amal terbaik.

 

Mengapa Muharram Menjadi Bulan yang Istimewa?

Selain termasuk bulan haram, Muharram juga memiliki keutamaan karena dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah di dalamnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Muharram merupakan waktu terbaik untuk melaksanakan puasa sunnah setelah bulan Ramadhan.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram, terutama Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

 

Puasa 9 dan 10 Muharram 2026 Tanggal Berapa?

Berdasarkan kalender Hijriah yang menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, maka jadwal puasa sunnah Muharram tahun ini adalah:

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026

  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Kedua puasa ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena memiliki keutamaan yang besar dan menjadi bagian dari sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bagi umat Islam yang ingin memanfaatkan momentum bulan Muharram untuk meningkatkan ibadah, tanggal tersebut dapat menjadi pengingat untuk mempersiapkan diri dan memperbanyak amal saleh.

 

Keutamaan Puasa Tasu'a pada 9 Muharram

Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sehari sebelum Puasa Asyura.

Anjuran melaksanakan puasa ini berasal dari sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut, para ulama menjelaskan beberapa hikmah dan keutamaan Puasa Tasu'a.

Menyempurnakan Puasa Asyura

Puasa Tasu'a menjadi pelengkap Puasa Asyura sehingga pelaksanaannya lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Membeda-bedakan dengan Tradisi Umat Sebelumnya

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan puasa pada tanggal 9 Muharram agar terdapat perbedaan dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Menambah Amal Saleh di Bulan Haram

Karena dilaksanakan pada bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala, Puasa Tasu'a menjadi kesempatan untuk memperbanyak pahala dan meningkatkan ketakwaan.

 

Keutamaan Puasa Asyura pada 10 Muharram

Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang paling utama dalam Islam.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan Puasa Asyura bagi umat Islam.

Menjadi Sebab Diampuninya Dosa-Dosa Kecil

Salah satu keutamaan terbesar Puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.

Tentu saja, dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Menghidupkan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

Melaksanakan Puasa Asyura merupakan bentuk kecintaan seorang Muslim kepada sunnah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Momentum Memulai Tahun dengan Kebaikan

Karena berada di awal tahun Hijriah, Puasa Asyura dapat menjadi sarana untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.

 

Sejarah Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki sejarah yang berkaitan dengan Nabi Musa 'alaihis salam.

Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Mereka menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan Nabi Musa 'alaihis salam dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian."

Kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk turut melaksanakannya.

Sejak saat itu, Puasa Asyura menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

 

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram Selain Puasa

Muharram bukan hanya tentang puasa. Bulan yang mulia ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak berbagai amal saleh lainnya.

Beberapa amalan yang dapat dilakukan selama bulan Muharram antara lain:

  • Membaca Al-Qur'an secara rutin

  • Memperbanyak dzikir dan istighfar

  • Memperbanyak doa

  • Menjaga silaturahmi

  • Menyantuni anak yatim

  • Membantu fakir miskin dan dhuafa

  • Mengikuti majelis ilmu

  • Memperbanyak sedekah

Muharram menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sesama manusia.

 

Lengkapi Ibadah Muharram dengan Sedekah Subuh

Selain memperbanyak puasa, salah satu amalan yang dapat dilakukan selama bulan Muharram adalah memperbanyak sedekah.

Sedekah bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bentuk syukur atas nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa setiap pagi terdapat malaikat yang mendoakan orang-orang yang gemar bersedekah agar diberikan keberkahan dan pengganti yang lebih baik.

Karena itu, momentum Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura dapat menjadi pengingat untuk tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah puasa, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui sedekah.

Salah satu kebiasaan baik yang dapat dibangun adalah Sedekah Subuh, yaitu bersedekah di waktu subuh yang penuh keberkahan. Dengan berbagi kepada sesama, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga melatih hati agar lebih peduli dan bersyukur.

Mari jadikan bulan Muharram sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik dengan memperbanyak puasa, doa, dan sedekah.

Salurkan Sedekah Subuh terbaik Anda melalui ASAR Humanity:
https://donasi.asarhumanity.org/campaign/120/dahsyatnya-sedekah-subuh-yakin-mau-di-sia-siakan

 

FAQ Seputar Puasa 9 dan 10 Muharram 2026

Apakah Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura wajib?

Tidak. Keduanya merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, tetapi tidak wajib dilaksanakan.

Bolehkah hanya puasa Asyura tanpa Puasa Tasu'a?

Boleh. Namun para ulama menjelaskan bahwa lebih utama jika melaksanakan Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura secara bersamaan.

Apa keutamaan terbesar Puasa Asyura?

Keutamaan terbesar Puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.

Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura 2026 dilaksanakan?

Puasa Tasu'a dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan Puasa Asyura dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.


Share:

Banner Bawah