Hari Anak Sedunia 2026: Setiap Anak Berhak Mendapatkan Pendidikan

Hari Anak Sedunia 2026: Setiap Anak Berhak Mendapatkan Pendidikan

Banner Atas

Hari Anak Sedunia 2026: Setiap Anak Berhak Mendapatkan Pendidikan

Hari Anak Sedunia 2026 diperingati pada 20 November. Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta memperoleh pendidikan. Namun, bagi anak-anak di Palestina, khususnya Gaza, hak untuk belajar masih menghadapi tantangan yang sangat berat akibat konflik dan kerusakan infrastruktur pendidikan.

Hari Anak Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali melihat bagaimana dunia dapat memastikan hak-hak anak terpenuhi, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan layak.

 

Kapan Hari Anak Sedunia 2026 Diperingati?

Hari Anak Sedunia atau World Children's Day diperingati setiap 20 November. Tanggal tersebut bertepatan dengan momentum diadopsinya Deklarasi Hak Anak pada 1959 dan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child/CRC) pada 1989 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

UNICEF menjadikan 20 November sebagai momentum global untuk mengangkat suara anak dan mendorong pemenuhan hak anak di berbagai belahan dunia. Pada 2026, Hari Anak Sedunia kembali menjadi pengingat bahwa masa depan anak harus menjadi perhatian bersama.

 

Apa Makna Hari Anak Sedunia?

Hari Anak Sedunia mengingatkan bahwa anak bukan hanya bagian dari masa depan, tetapi juga memiliki hak yang harus dipenuhi saat ini.

Beberapa hak dasar anak yang perlu mendapatkan perhatian antara lain:

  • Hak untuk hidup dan tumbuh berkembang.

  • Hak mendapatkan pendidikan.

  • Hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan.

  • Hak mendapatkan layanan kesehatan.

  • Hak untuk bermain dan beristirahat.

  • Hak untuk didengar dan menyampaikan pendapat.

  • Hak mendapatkan lingkungan yang aman dan layak.

Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dari pemenuhan hak anak. Sekolah bukan hanya tempat untuk membaca, menulis, dan belajar berbagai ilmu pengetahuan. Bagi anak, sekolah juga menjadi ruang untuk bermain, bertemu teman, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.

 

Mengapa Pendidikan Penting bagi Anak?

Pendidikan membantu anak mengembangkan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kepercayaan diri. Karena itu, kehilangan akses terhadap pendidikan bukan hanya berarti kehilangan kesempatan belajar hari ini, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan seorang anak.

Di Indonesia, pentingnya pendidikan anak juga terus menjadi perhatian. Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa anak-anak merupakan harapan masa depan yang perlu dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas.

Semangat tersebut sebenarnya berlaku untuk setiap anak, di mana pun mereka berada.

Termasuk anak-anak Palestina.

 

Bagaimana Kondisi Pendidikan Anak di Gaza?

Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 memberikan dampak besar terhadap kehidupan anak-anak di Gaza, termasuk akses mereka terhadap pendidikan.

Data UNICEF terbaru menunjukkan bahwa 97,5 persen sekolah di Gaza mengalami kerusakan atau kehancuran. Lebih dari 658.000 anak juga kehilangan akses terhadap pendidikan formal. UNICEF mencatat bahwa hampir seluruh anak usia sekolah telah melewatkan pembelajaran tatap muka formal selama hampir tiga tahun.

Dalam laporan pendidikan UNICEF yang diterbitkan pada Mei 2026, hampir 98 persen bangunan sekolah mengalami kerusakan, sementara lebih dari 93 persen membutuhkan rehabilitasi besar atau pembangunan kembali agar dapat berfungsi. Sekitar 700.000 anak usia 4–17 tahun disebut telah kehilangan pendidikan formal tatap muka selama hampir tiga tahun berturut-turut.

Kondisi tersebut membuat proses belajar harus dilakukan melalui berbagai ruang belajar sementara dan pendidikan nonformal. Namun, jumlah ruang yang tersedia masih terbatas dibandingkan kebutuhan anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

 

Ketika Sekolah Hancur, Masa Depan Anak Ikut Terancam

Bagi sebagian anak, sekolah mungkin terlihat sebagai sesuatu yang biasa. Setiap pagi mereka pergi ke kelas, bertemu guru, belajar bersama teman, membaca buku, kemudian pulang ke rumah.

Namun, bagi anak-anak yang kehilangan sekolah akibat konflik, kesempatan sederhana tersebut menjadi sesuatu yang sulit didapatkan.

Kerusakan sekolah berarti hilangnya ruang belajar. Anak-anak juga kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, mendapatkan dukungan dari guru, bermain, serta membangun kembali rutinitas kehidupan mereka.

UNICEF menyebut bahwa serangan dan kerusakan terhadap sekolah tidak hanya menghilangkan kesempatan belajar anak, tetapi juga menghilangkan ruang yang seharusnya memberikan perlindungan, interaksi sosial, serta akses terhadap sejumlah layanan penting.

Karena itu, membangun kembali ruang pendidikan bukan hanya tentang membangun sebuah bangunan.

Ini tentang membantu anak mendapatkan kembali kesempatan untuk belajar dan menata masa depannya.

 

screenshot-2026-10-01-083621.png

Hari Anak Sedunia, Saatnya Mengingat Anak-Anak di Palestina

Peringatan Hari Anak Sedunia 2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas kepedulian terhadap anak-anak yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Ketika sebagian anak dapat memperingati Hari Anak Sedunia dengan belajar di sekolah, ada anak-anak lain yang masih berusaha mendapatkan kembali ruang untuk belajar.

Perbedaan kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak membutuhkan kepedulian dan dukungan dari banyak pihak.

Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan adalah membantu menghadirkan kembali ruang belajar bagi anak-anak Palestina.

whatsapp-image-2026-01-28-at-145853fvs-1.jpeg

Jaga Generasi Gaza, Hidupkan Kembali Pendidikan Palestina

Melalui program Jaga Generasi Gaza, ASAR Humanity mengajak masyarakat untuk ikut mendukung upaya menghadirkan kembali ruang pendidikan bagi anak-anak Gaza.

Program “Bangun Kembali Harapan, Hidupkan Pendidikan Palestina” diarahkan untuk membantu menghidupkan kembali pendidikan bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Sebab, setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan mempersiapkan masa depan.

Di Hari Anak Sedunia 2026, mari jadikan kepedulian bukan hanya sebagai ucapan, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk menjaga generasi Gaza.

 

Bantu Hidupkan Kembali Pendidikan Palestina

Mari ikut mendukung pembangunan kembali ruang belajar dan pendidikan bagi anak-anak Gaza melalui program Jaga Generasi Gaza.

Donasi dan dukung kampanye “Bangun Kembali Harapan, Hidupkan Pendidikan Palestina” melalui ASAR Humanity:

Dukung Jaga Generasi Gaza – Bangun Kembali Harapan, Hidupkan Pendidikan Palestina

Setiap dukungan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengembalikan ruang belajar dan harapan bagi anak-anak Palestina.


Share:

Banner Bawah