ASAR Humanity Hadir dalam Padel for Humanity Bersama ZIS Indosat, Hadirkan Harapan bagi Santri di Pelosok Negeri

ASAR Humanity Hadir dalam Padel for Humanity Bersama ZIS Indosat, Hadirkan Harapan bagi Santri di Pelosok Negeri

Banner Atas

Jakarta, 25 Juli 2026 – ASAR Humanity turut ambil bagian dalam gelaran Padel for Humanity yang diselenggarakan oleh ZIS Indosat pada Sabtu (25/7). Mengusung semangat olahraga, kolaborasi, dan kepedulian, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, ASAR Humanity menghadirkan Campaign Penjuru Negeri, sebuah gerakan yang berfokus pada pemenuhan akses pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di berbagai pelosok Indonesia. Melalui booth interaktif, pemutaran video campaign, serta sesi penggalangan kepedulian, para tamu diajak melihat lebih dekat berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak Indonesia dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Salah satu rangkaian yang menjadi sorotan dalam acara ini adalah lelang tiga lukisan karya Ustaz Derry Sulaiman. Ketiga karya tersebut berhasil terjual dengan total nilai Rp10.000.000 kepada Fathir, dr. Sisca selaku Founder SKC Glow, dan Johan Marcia. Seluruh hasil lelang akan disalurkan melalui ASAR Humanity untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Selain lelang amal, para tamu juga disuguhkan pemutaran video Campaign Penjuru Negeri yang mengangkat kisah nyata para santri di Pondok Pesantren Nurul Yaqin. Tayangan tersebut memperlihatkan semangat belajar anak-anak di tengah berbagai keterbatasan sekaligus mengajak masyarakat untuk turut menjadi bagian dari solusi.

Berdasarkan hasil assessment ASAR Humanity, Pondok Pesantren Nurul Yaqin yang berlokasi di Dusun Kelanjur, Desa Montong Sapah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi tempat belajar bagi 470 santri, mulai dari jenjang KB, TK, MI, MTs hingga SMK.

Berada di kawasan perbukitan Mareje, akses menuju pondok pesantren tidaklah mudah. Tim assessment ASAR Humanity harus melewati jalur yang cukup sulit, termasuk jembatan yang mengalami kerusakan, untuk menjangkau lokasi. Sebagian besar orang tua santri bekerja sebagai petani, buruh harian lepas, peternak tradisional, hingga pekerja migran dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak.

Masih banyak santri yang berangkat ke sekolah tanpa mengenakan sepatu, menggunakan tas dan seragam yang telah usang, serta belajar dengan perlengkapan alat tulis yang sangat terbatas. Namun, keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangat mereka untuk menuntut ilmu. Sebagian santri bahkan harus berjalan kaki hingga sekitar tiga kilometer setiap hari demi dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Melalui Campaign Penjuru Negeri, ASAR Humanity ingin menghadirkan harapan bagi anak-anak di daerah pelosok agar mereka memperoleh kesempatan belajar yang lebih layak. Bantuan berupa sepatu, tas sekolah, alat tulis, serta dukungan biaya pendidikan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus menggapai cita-cita mereka.

Acara Padel for Humanity turut dihadiri oleh sejumlah publik figur, mitra strategis, komunitas, dan pelaku industri yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Di antaranya hadir Citra Kirana, Revalina S. Temat, Ricky Harun, Rezky Aditya, Risty Tagor, Chris Putra, Fathir, Fadi Iskandar Muda, dr. Sisca, serta para tamu undangan lainnya yang bersama-sama menyuarakan semangat berbagi melalui kegiatan tersebut.

Selain penggalangan dana untuk pendidikan, dalam kegiatan ini juga berhasil disalurkan donasi sebesar Rp40.000.000 untuk program yatim dan Rp150.000.000 untuk program kemanusiaan Palestina, sebagai bentuk nyata kepedulian seluruh pihak yang terlibat.

Wakhid Efendi, Chief Executive Officer ZIS Indosat, mengatakan bahwa Padel for Humanity merupakan wujud komitmen ZIS Indosat dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Padel for Humanity kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk bersama-sama menebarkan manfaat. Kami percaya bahwa ketika komunitas, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan bersinergi, dampak yang dihasilkan akan jauh lebih besar. Kami mengapresiasi kolaborasi bersama ASAR Humanity melalui Campaign Penjuru Negeri sehingga kepedulian yang terbangun hari ini dapat menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan dukungan pendidikan," ujar Wakhid.

Sementara itu, Muhamad Basair, Ketua Yayasan ASAR Humanity, menegaskan bahwa Campaign Penjuru Negeri lahir dari pengalaman langsung melihat kondisi pendidikan di berbagai pelosok Indonesia.

"Saat kami mengunjungi berbagai penjuru negeri, kami bertemu dengan anak-anak yang memiliki semangat belajar luar biasa. Ada yang harus berjalan jauh menuju sekolah, belajar di ruang kelas yang sederhana, bahkan masih banyak yang belum memiliki sepatu maupun perlengkapan belajar yang memadai. Mereka tidak kekurangan mimpi, tetapi masih membutuhkan kesempatan. Karena itu, setiap bentuk kepedulian yang diberikan masyarakat akan menjadi jembatan bagi mereka untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari Padel for Humanity bersama ZIS Indosat sehingga semakin banyak pihak yang ikut menghadirkan harapan bagi para santri di Pondok Pesantren Nurul Yaqin dan anak-anak di berbagai penjuru negeri," ujar Muhamad Basair.

Muhamad Basair menambahkan, kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk melalui kegiatan olahraga yang mampu mempertemukan banyak pihak dalam satu semangat yang sama, yaitu berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Melalui partisipasi dalam Padel for Humanity, ASAR Humanity berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia. Sebab, setiap langkah kecil yang dilakukan bersama hari ini dapat menjadi awal dari masa depan yang lebih baik bagi mereka yang selama ini tumbuh dan belajar di tengah berbagai keterbatasan.


Share:

Banner Bawah