Ramadhan Penuh Makna: Adhimix dan ASAR Humanity Hadirkan Kajian dan Santunan Anak Yatim
Jakarta — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang penuh keberkahan, PT Adhimix RMC Indonesia berkolaborasi dengan ASAR Humanity menyelenggarakan rangkaian program Ramadhan yang menghadirkan kegiatan spiritual sekaligus aksi kepedulian sosial.
Program ini dimulai dengan kegiatan Tarhib Ramadhan sebagai pembuka, dilanjutkan dengan kajian rutin Ramadhan yang menghadirkan berbagai ustadz dengan tema-tema keislaman yang relevan bagi kehidupan sehari-hari. Kajian tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi para karyawan selama menjalani ibadah di bulan suci.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, dilaksanakan pula santunan bagi anak-anak yatim pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai kepedulian sosial serta berbagi kebahagiaan Ramadhan kepada mereka yang membutuhkan.
Acara santunan anak yatim turut dihadiri oleh Direktur Utama PT Adhimix RMC Indonesia, Bapak Yoppi Yanuar, beserta jajaran direksi. Dari ASAR Humanity, kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Filantropi ASAR Humanity, Bapak Muhammad Basair.
Dalam sambutannya, pihak perusahaan menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial.
Rangkaian program Ramadhan ini sendiri masih akan terus berlangsung hingga pertengahan Ramadhan, dengan kajian rutin yang dijadwalkan berjalan sampai tanggal 16 Maret 2026. Setiap sesi kajian menghadirkan pembahasan yang berbeda, sehingga memberikan ruang pembelajaran yang berkelanjutan bagi para peserta.
Kolaborasi antara PT Adhimix RMC Indonesia dan ASAR Humanity ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sektor perusahaan dan lembaga kemanusiaan dalam menghadirkan program-program sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi momen untuk meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama.