Kapal Global Sumud Flotilla Diserang oleh Drone Israel di Perairan Tunisia
AsarNews, Tunisia - Serangan drone kepada kapal utama armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), Family, pada Senin (8/9/2025) terjadi di Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia.
Kapal sipil yang memiliki misi menembus blokade Gaza tersebut diserang hingga terbakar.
Belum ada keterangan resmi siapa yang mendalangi serangan drone kepada kapal yang diawaki oleh aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg.
Meski demikian, Menteri Keamanan Israel yang juga dikenal sebagai tokoh ekstremis kanan Itamar Ben Gvir sempat mengancam akan memperlakukan armada dari 44 negara di dunia itu sebagai teroris.
Usai serangan pesawat tanpa awak, berbagai media Israel juga memberitakan peristiwa tersebut. Berikut pemberitaannya seperti dirangkum, Selasa (9/9/2025).

Apa itu Global Sumud Flotilla?
Mengutip dari laman resmi webnya globalsumudflotilla.org, dijelaskan bahwa itu adalah koalisi masyarakat biasa—para organisator, pekerja kemanusiaan, dokter, seniman, pendeta, pengacara, dan pelaut—yang percaya pada martabat manusia dan kekuatan tindakan tanpa kekerasan.
Pada bulan Juni, kami meluncurkan mobilisasi terkoordinasi global melalui darat, laut, dan udara. Di musim panas, kami kembali dengan strategi terpadu: satu tujuan dan koordinasi global yang belum pernah ada sebelumnya.
Upaya kami dibangun di atas perjuangan Palestina selama puluhan tahun dan solidaritas internasional. Meskipun kami berasal dari/memiliki bangsa, agama, dan keyakinan politik yang berbeda, kami dipersatukan oleh satu kebenaran: pengepungan dan genosida harus diakhiri.
Kami independen, internasional, dan tidak berafiliasi dengan pemerintah atau partai politik mana pun. Kesetiaan kami adalah pada keadilan, kebebasan, dan kesucian hidup manusia.
Seluruh Penumpang Selamat
Kapal berbendera Portugal itu membawa anggota Komite Pengarah GSF serta sejumlah aktivis, demikian pernyataan GSF yang diunggah di media sosial Instagram pada Senin malam waktu setempat.
“Seluruh penumpang dan awak kapal selamat,” tulis pernyataan GSF yang dikutip TRT World, Selasa, 9 September 2025.
“Penyelidikan sedang berlangsung, dan informasi lebih lanjut akan segera diumumkan,” sambungnya.
“Tindakan agresi yang bertujuan menakut-nakuti dan menggagalkan misi kami tidak akan melemahkan tekad. Misi damai kami untuk mematahkan blokade Gaza dan menunjukkan solidaritas dengan rakyatnya akan terus berjalan dengan keteguhan hati,” lanjut pernyataan GSF.

Dalam sebuah video di Instagram, Acar, anggota komite pengarah, menyampaikan bahwa, “sebuah drone melintas tepat di atas, menjatuhkan bom, lalu meledak, dan kapal pun terbakar.”
Dalam video lain yang disiarkan GSF usai kejadian tersebut, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Palestina Francesca Albanese yang saat ini berada di Tunisia untuk memantau pelayaran tersebut menyatakan bahwa Israel memiliki riwayat menolak dan menyerang sejumlah pelayaran flotilla (armada kapal) sebelumnya.
Menurut dia, apabila serangan kali ini terbukti berasal dari pesawat nirawak Zionis Israel, serangan itu dapat dianggap sebagai “tindakan agresi terhadap kedaulatan Tunisia” yang tak boleh ditoleransi.
Global Sumud Flotilla akan mengirim bantuan kemanusiaan penting ke Gaza sekaligus menyampaikan pesan yang kuat bahwa dunia tidak akan tinggal diam terhadap genosida dan blokade Zionis Israel yang telah berlangsung selama 18 tahun terhadap lebih dari dua juta penduduk Gaza.
Adapun negara-negara yang terlibat dalam pelayaran tersebut antara lain Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, Brasil, Italia, Kolombia, Maroko, Sri Lanka, dan Tunisia. []