ASAR Humanity Dorong Kemandirian Pesantren melalui Program Agroekonomi di Bogor

ASAR Humanity Dorong Kemandirian Pesantren melalui Program Agroekonomi di Bogor

Banner Atas

Bogor, 16 April 2026 — ASAR Humanity kembali memperkuat komitmennya dalam membangun kemandirian pesantren melalui program Agroekonomi. Dukungan ini diwujudkan dalam bentuk pengadaan benih, pupuk, dan peralatan pertanian untuk Pondok Pesantren Al-Misbah di Cibeuteung Udik, Ciseeng, Bogor.

Program ini melibatkan 67 santri yatim dan dhuafa yang tidak hanya menempuh pendidikan formal, tetapi juga dibekali keterampilan bertani dan beternak sebagai bagian dari pembelajaran kemandirian. Pesantren Al-Misbah sendiri telah mengembangkan berbagai komoditas, mulai dari peternakan domba dan ayam hingga pertanian seperti talas dan kangkung.

Melalui program ini, ASAR Humanity memberikan bantuan berupa benih kangkung, pupuk, serta alat pertanian untuk mengoptimalkan lahan seluas kurang lebih 10 x 12 meter yang terbagi dalam enam bedeng tanam. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan ini memiliki potensi hasil panen hingga 500 kilogram kangkung.

Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan pangan, program ini juga dirancang untuk memperkuat rantai ekonomi pesantren. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal santri, tetapi juga didistribusikan melalui skema penjualan yang telah berjalan. Saat ini, komoditas pertanian pesantren dipasarkan melalui jaringan antar pondok pesantren serta disalurkan ke toko sayur lokal, sehingga menciptakan sumber pemasukan berkelanjutan bagi operasional pesantren.

Bagus Aji, perwakilan Program Agroekonomi ASAR Humanity, menyampaikan:
"Alhamdulillah hari ini kita bersama para santri melakukan penanaman benih kangkung. Teman-teman santri menebar benih, kemudian dilapisi dengan pupuk, dan dirawat setiap hari melalui penyiraman. Ini menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan pesantren—sebagian hasilnya akan dikonsumsi, dan sebagian lainnya dijual."

Ia menegaskan bahwa pendekatan ASAR Humanity berfokus pada pemberdayaan jangka panjang.
"ASAR Humanity tidak memberikan bantuan pangan siap saji, tetapi menghadirkan ‘kailnya’. Harapannya, pesantren dhuafa dapat terus berkembang dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasional pangannya," ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Al-Misbah, Ustadz Misbah Muhammad Ali, yang berasal dari Flores Timur, menjelaskan bahwa pesantren ini telah berdiri sejak akhir 2013 dan secara konsisten merekrut santri dari wilayah Indonesia Timur.

"Kami memulai dengan 10 santri, dan saat ini telah berkembang menjadi lebih dari 60 santri. Di sini, kami tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga keterampilan bertani agar santri mampu mengelola komoditas secara mandiri," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan:
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam pengadaan alat-alat pertanian yang masih terbatas. Dengan adanya dukungan ini, kami juga dapat menambah komoditas baru untuk mendukung kemandirian pesantren."

Program Agroekonomi ini menjadi bagian dari upaya ASAR Humanity dalam membangun ekosistem pemberdayaan berbasis pesantren, di mana pendidikan, ketahanan pangan, dan kemandirian ekonomi berjalan beriringan.

ASAR Humanity mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi sebagai Pahlawan Kemanusiaan dalam mendukung program-program pemberdayaan yang berdampak jangka panjang bagi pesantren dhuafa di berbagai wilayah Indonesia.


Share:

Banner Bawah