Asar Humanity Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sipirok
Sipirok, Tapanuli Selatan — Banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 menghancurkan puluhan rumah warga di Sipirok. Banyak penyintas hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian di badan, bahkan harus berjalan 10–15 km dan merangkak melewati lumpur tebal untuk mencapai pengungsian.
Tim Ksatria Asar Humanity telah berada di lokasi sejak 29 November 2025, menembus medan yang berat akibat jalan terputus, lumpur menggunung, dan akses yang sangat licin. Hasil asesmen mencatat 88 KK terdampak (119 laki-laki dan 113 perempuan), dengan sebagian warga masih dalam proses pencarian.
Asar Humanity mendirikan Dapur Umum di Desa Marsada, Dusun Purba Tua, menyediakan 500 porsi makanan siap santap bagi penyintas yang kini tidur beralaskan tikar tanpa kasur dan selimut, serta menghadapi suhu malam yang sangat dingin. Banyak lansia, anak-anak, dan balita turut terdampak, dengan kondisi gizi yang perlu perhatian serius.
Salah satu penyintas, Nenek Mastiah Harahap, mengisahkan:
“Rumah saya habis disapu banjir dan longsor. Saya hanya bisa menyelamatkan cucu saya ketika warga berteriak menyuruh kami lari. Tidak ada satu pun barang yang bisa dibawa.”
Ketua Yayasan ASAR Humanity, Noval Eriansyah, yang hadir langsung di lokasi, menyampaikan:
“Medan menuju Sipirok sangat berat, tetapi itu tidak menghalangi kami untuk memastikan warga mendapatkan bantuan darurat. Kondisi mereka sangat memprihatinkan dan membutuhkan dukungan segera.”
Asar Humanity mengajak masyarakat untuk membantu pemenuhan kebutuhan mendesak seperti makanan anak/balita, pampers, selimut, kasur darurat, serta perlengkapan kebersihan dan kesehatan.
Salurkan bantuan melalui:
🔗 https://bit.ly/BergerakTanggapBencana