Dua Jurnalis Palestina Kembali Syahid, Hamzah Dahdouh dan Mustafa Thuraya

Dua Jurnalis Palestina Kembali Syahid, Hamzah Dahdouh dan Mustafa Thuraya

AsarNews, Rafah - Kekejaman tentara Zionis semakin membabibuta. Terbaru, Israel dilaporkan telah melempar rudal ke dekat Al–Mawasi, wilayah yang seharusnya aman di arah barat daya.

Serangan tersebut tak hanya membuat warga sipil menjadi korbannya, bahkan tiga orang jurnalis dari kantor berita Al Jazeera tewas. Mereka adalah Hamzah Dahdouh (27), Mustafa (20) dan Hazem Rajab.

Dilansir dari Al Jazeera pada Senin (8/1), Hamzah Dahdouh adalah putra tertua dari Kepala Biro Al Jazeera di Gaza, Wael Dahdouh. Bersama Mustafa dan Hazem, ketiganya terkena serangan rudal Israel saat sedang berkendara di area tersebut.

Hamzah dan Mustafa meninggal dunia dalam serangan tersebut, sementara Hazem dilaporkan terluka sangat parah.

Diberitakan jika Israel memang sengaja membidik para jurnalis muda tersebut usai ketiganya melakukan wawancara warga sipil yang kehilangan tempat tinggal karena pengeboman sebelumnya.

Wael yang kehilangan putra tertuanya, tampak pasrah namun tetap tenang. Menurutnya, pada akhirnya, ia juga menjadi salah satu orang yang mengucapkan selamat tinggal untuk keluarganya yang meninggal atas serangan ini.

Agence France-Presse meminta komentar dari tentara Israel, yang meminta “koordinat” serangan yang tepat.

Mustafa Thuraya, seorang videografer berusia tiga puluhan, telah bekerja sama dengan Agence France-Presse sejak 2019, selain media lainnya.

Adapun Hamza al-Dahdouh, ia bekerja dengan jaringan Al-Jazeera, dan akunnya yang menerbitkan buku harian perang di aplikasi Instagram, diikuti oleh lebih dari satu juta orang.

Jurnalis Wael Al-Dahdouh kehilangan istri, dua anaknya, dan cucunya akibat pemboman Israel pada minggu-minggu pertama perang yang pecah pada 7 Oktober. Ia juga terluka akibat pemboman Israel pada 15 Desember. yang membunuh rekannya, fotografer Samer Abu Daqqa.

Pembunuhan jurnalis Thuraya dan Al-Dahdouh menjadikan jumlah jurnalis dan pekerja media yang terbunuh sejak awal perang menjadi 77 orang, menurut Komite Perlindungan Jurnalis.

Di antara mereka terdapat 70 jurnalis Palestina, empat warga Israel, dan tiga warga Lebanon yang terbunuh di Lebanon selatan.

 


Share: